lalu kau kupeluk di sebuah sudut
kita sama-sama menantang langit dan cakrawala
malam terus merayap, waktu kian pekat
kau pun kubawa ke ruang dalam
kuselamatkan dari badai dan ancaman
mungkin demikian juga hidup ini
seperti pelayaran kita, sejenak terjaga
bimbang dimainkan ombak dan haluan
dan menjelang pagi, ketika kapal merapat
kita siaga seraya mengenang yang telah lewat

Wan Anwar, Selat Sunda 2000.

Quote | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s