Apel

supernopha:

Jika kelak aku terjatuh, jauh dari rengkuh
dan tiba pada ribaan lara,
kau akan kukenang sebagai dahan cekatan meluruh selembar daun.

Juga tepat sebelum lalat buah sempat singgah dan menitipkan puluhan telur yang renik itu
Kau embun, pembasah dan pembasuh sulit sakitku.

Meski pernah terlintas, di getasnya waktu, kau adalah dia yang begitu tertarik pada pelik daya tarik
Dan aku hanyalah apel yang tiba-tiba jatuh

Dedi T. Riyadi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s