Variatio 1. a 1 Clav.

Untuk Reyka yang meringkuk di jeruji untuk kebenaran yang kau yakini,


Ah, mari kubisikkan kalimat, kata, dan perasaan lewat tulisan di hari pertama di nadi yang diliputi lembab ini. Mungkin di pelosok liang tempatmu bersembunyi, hanya ada kegelapan dan hangat dari sekumpulan manusia yang mencintaimu. Tanpa Kau ketahui bahwa dalam tetes hujan yang sepi sekalipun Aku telah menyatu menyanyikan lagu rindu yang malas untuk terucap.  “Apa itu kerinduan?”, kemudian Kau bertanya waktu terakhir kita bertemu. Mungkin sebuah perasaan palsu yang tak bisa dilukiskan. Lalu kemudian larut dalam kata sederhana yang tak seorangpun tahu besarnya. 

 Aku tak ingin menghitung berapa banyak tulisan, rasa, dan perasaan semenjak itu. Karena kemudian hanyalah yang ada bahwa hari semakin berat merayap ke depan, dan masa lalu begitu cepat memburu. 

 Dan ketiadaan sadar padaku mengumpat dan mencabik – cabik malas. Sambil menyanyi merdu lewat bunyi perutmu yang keroncongan karena lapar. Sembari hatimu berdetak pelan, karena membayangkan Aku di sini hanyalah tentang ketidak-adilan Tuhan atasmu.

 

Mari Nona, kita sambut ini dengan sukacita yang sepi, dan kedukaan yang tak pernah kita sendiri sadari.

#30HariMenulisSuratCinta #unus

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s