Variatio 10. Fughetta a 1 Clav.

Untuk Hrenovuha terduduk di depan perapian bermandi kepulan berlarian,

 

 

Entah dimana keberadaan saat pagi terlanjur datang, dan cahaya merobek cakrawala menjelang. Di tengah remeh remah – remah manusia, atau selewat jejari besi yang mencengkram bumi Andalusia. Yang Aku tahu, adalah tiada susu dan madu yang menyelimuti pantas. Pula kemeja kertas yang disetrika semalam jelas. Hanya rintik – rintik debu yang diramu beton – beton cadas.

Adalah tak nyata jika hidup itu pilihan bagimu, karena di balik lempengan tiang rumah, ada manusia yang meneteskan  derita  demi sekolah. Tidak saudara, tidak untukmu yang satu ini. Tapi bukanlah kerinduan jika ia bisa diraba, dirasa, atau tertulis sebelum masa. Bukan kau sebagai manusia, bukan. Tapi tulisan hidup sengit. Kau, pakis pahit, dan binatang – binatang yang melata di kaki langit.

Bahwa sehebat – hebatnya manusia, laut tak teraba, dan pilar – pilar neraka entah kemana. Atau juga makhluk bersayap yang mengiang dua tulang belikat, mengikat. Yang aksara takkan terpukat dalam jiwa pikat.

Maka akhirnya kutuliskan juga, tahu kan’ terbaca perlahan. Karena ketidakmampuan bumi mematahkan jemari lehermu membuat takjub, mengiangkan ke seantero jagat sayup – sayup. Kemudian Aku menembus daun telinga, segarang singa. Untuk meniupkan rindu dan ibu, Kamu.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s