Variatio 26. a 2 Clav.

Untuk Ibu Bumi,

 

 

Masih kau tumpahkan hujan di luar

Dengan riang yang tiada dua

Di pelupuk, megah menara suar

Lain, percik darah kesumba

 

Semut coba robek kulit

Menoreh loreng di jelita sang bulan sabit

Cinta sirna, murka tersisa

Angkuh siram bisa, kami binasa

 

Mari ibu, mari

Matikan kami, congkak menari-nari

Seperti kecintaan kami padamu yang sudah lenyap

Bunuhlah kami dalam senyap

 

– Manusia.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s