Di atas kereta, kemarin.

Untuk para peramu surat cinta,

Aku menuliskan ini diantara berita, derita dan guncang sendi-sendi kereta. Tak sempat terpikir, tak sempat berpikir, bahwa sekalian umat pada cinta jadi fakir.

Maka demikian, kutitipkan kata Munir Said Thalib, seperti yang terkutip:

” Cinta itu hebat.
bahkan lebih hebat dari dunia perkawinan itu.
Doa adalah bagian penuturan cinta pada sebuah cita-cita yang belum kita capai.

Dia bukan urusan Tuhan, melainkan urusan manusia, dan Tuhan ada pada seberapa besar rasa cinta kita akan kebenaran itu.

Nah, berdoalah dengan cinta, tapi jangan berdoa untuk cinta.

Cinta itu dalam dirinya mengandung sebagian kecil rasionalitas.

Tapi penuh dengan benih rasa yang tidak perlu dihitung secara matematik mengapa dia ada.”

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s