Day #25 ” Eka, Aku (juga) ingin menikah.

         Saya teringat Macbeth. Tak lama kemudian, berjumpa Hamlet. Matari diam – diam merayap di kaki langit timur,  menjambak manusia – manusia takabur. Pada tiba-tiba melengkung semerbak bakung menelusur di busur, sudah di Dhuzur.

        Kemarin hujan masih sama,  seperti mendulang kisah berulang Sinta dan Rama. Lihat, berjuta orang imaji mengimani- hidup adalah drama. Lalu, apakah kini adalah kemarin punya karma? Waktu itu kejam, dia tak menunggu kala Kau diam.

        Sambil mengais potongan – potongan hilang, massa berkejaran. Sudah rusak tak terbilang, merambat sampai tambang pada dermaga tertambat. Tiada terlambat, tidak pada yang terhambat membikin lambat.

 

Kemudian Kau bertanya, dimana kita?

Diantara irisan waktu, dan harapan dia manusia yang jadi paku.

 

 

Kemudian, siapa kita?

Manusia derita.

 

 

Siapa mereka?

Manusia pula, sejak sejarah kita bermula. Kita dirajah, dijajah, dijarah.

 

 

Untuk apa Kita?

Melawan dari tertawan.

 

 

Bagaimana kawan?

Bertarung sengit berkawan rakit, menantang laut dan langit. Yang merindukan kebebasan yang pahit, atau takdir yang membunuh berselubung sakit.

 

 
 
– Betty Oktarina

p.s:  Diubah dari  surat dengan judul yang sama. Pada pagi yang tidak menawan. Tak pantas diajak berkawan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s