Satir Kamis

Kamis tak lagi jadi manis, tersisa amis

Jadi, silau kemilau biasa indah lalu jadi tragis

Seperti ada laut yang diam menangis

pembunuh pada gugur merobek sadis

Atau badik yang menunggu jadi tetes tiris

sedang anak Daud terpojok meringis

Mungkin Malaikat harus serupa topeng bengis

Dan terulang bahwa rasa, bukan hadist

sporadis dalam magis.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s