Era – Don’t You Forget

http://assets.tumblr.com/swf/audio_player.swf?audio_file=http://www.tumblr.com/audio_file/19446771007/tumblr_m111060D6N1qmdo9m&color=FFFFFF

Aku rindu cinta seperti ini; Tembus merusak karat memugar gigi geligi susu, dan debu – debu balut sedepa.

Di bawah ranting akasia, atau apit telinga asoka juga kamboja merah muda.

Adalah dimana telaga padi kuning jadi sesembahan pipit dan belalang antah berantah.

Dalam kita yang menggila dan mabuk melupa, suatu masa sejenak belum remaja, dan kita lupa cara mengeja.

Aku rindu percintaan masa kanak, dimana simulakra pada dedaun dan nasi ditanak.

Polos, jujur dalam ingin yang sederhana. Seperti Aku menjadi suami, dan Kau menjadi istri. Tanpa perlu kita tunggu sepakat setiap sisi.

Lalu berhenti ketika senja jadi merah, ulang serupa tengah hari setelah kutanggal kemeja putih kerah.

Tapi manusia lebih memilih lupa, lalu mengikat dirinya pada segala yang mengundang tangis masuk tanpa sangkal. Lalu dengan alasan yang tak pernah seorangpun tahu,  jubah – jubah sederhana tanggal.

Mencinta lain yang belum kenal sebelum, bersuka, lalu sekejap kemudian menangis. Berkubang duka, melabur luka. Janggal.

Dan pergilah dia cinta manis nan segan suatu masa. Diusir oleh tuannya sendiri, dalam salah yang tida terasa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s