Rindu

seringkali merepotkan, lebih tepatnya. – @yellohelle

 

rindu yang menyakitkan itu ketika tak tersampaikan atau tak terbalaskan. – @heyechi

 

Menyakitkan itu rindu kak? – @AlbertaShendy

 

Sebetulnya, rindu mengandung harap. Yg gak terobati itu yg menyakitkan. – @augustalks

 

 

If I do not see you –

I feel: minutes, as centuries, are endless.

If I once had seen you –

Again suffers a heart’s wound, so merciless.

If I do not see you –

I am winded with frost and with darkness.

If I once had seen you –

Seared by something, with boiled pitch in likeness.

Bait I, Puisi dengan judul: ‘If I do not see You’ oleh Ivan Franko, Ukrainian Poetry.

 

 

Pohon – pohon trembesi masih patuh pada hukum alam, menanggalkan helai dedaun satu – satu. Dibawahnya, berdiam dua manusia senja dan anak beringin muda, menentang langit bersikuku.

Lalu, sang akar tetua menyembulkan kepulan asap,  lewat daging bumi. Seraya mengucapkan kata – kata yang tahu, lama nian segan sembunyi. “Apa itu rindu, tuan muda?”

Lewat lengan kekar dan jangut tipis bergelayut, beringin menoleh dengan api deru berdenyut.

“ Sakit tuan, sakit. Adalah radang yang memakan, dan sunyi yang merebahkan bukit. ”

Lalu, angin lewat. Singgah sebentar setelah puas dan lelah ranting kering demikian dihantar.

“ Adalah air udara, terisi di tengah masa, dua, mendiamkan angkara. ”

Angin pergi, demikian beringin jadi kaku lagi bak arca, berbalut lahar mati.

Hembusan terakhir bagi


Huuuuuuss…


Sebelum masuk berjejal di kekar bumi, bisik menerpa telinga sang beringin sunyi,

“Rindu itu manis tuan,”

“Pernahkah Kau rindukan kepahitan? Tidak. Tiada selain manis pada memori, seperti Israel bagi suku Amori. ”

“Hanya manis yang bertahan, dan kita adalah makhluk yang membunuh rindu lewat tangis yang menggantung di sela dahan.”

Akar tetua hilang, ditelan tanah. Dibawa ke antah berantah.

Beringin masih gigil tiada dingin.

Pelan – pelan. Berkecipak cuping daunnya, sementara pipit dan angin belum kunjung ada.





Maret 2012.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s