Tiga biji.

I

O, Nunusaku

kediaman raja – raja

tempat Aku ditahbiskan jadi manusia

terhadap kerang – kerang laut, menjuntai jadi kalung, kalungi leher moyang – moyang

Ibu rindu

Ayah merindu

Pada anaknya barangkali

atau sudah bertahun dipeluknya seringkali

di pagi buta,

salib di tangan, melenting doa – doa

 

 

II

Di sini,

Aku lari ke sana kemari

seperti buih – buih ombak laut arafura

di tangan kutenteng darah perawan

jadi sesembahan dewi bulan

Rambut halus, melilit di jari – jari telaga

putih mulus, ari – ari jadi jiwa raga

batang gandarusa bergoyang – goyang

lidah berbusa, bersayang – sayang

 

 

III

O, Nona Sunda Nona!

Sini kupeluk mesra, bagai esok tiada

Karena Kamu direbut kembali

demi tuan raja, setumpuk upeti

Aku buka beberapa Kamu semu

yang terhalang kacau rambutmu

tapi rindu menggebu

seandai cinta ini tabu

O, Nona Sunda Nona!

sini kupeluk mesra, bagai esok tiada

 

 

 

 

April Sebelas, dua ribu dua belas.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s