Pagi – pagi sekali.

Mari, singkat saja seperti yang sudah – sudah Sayang,

Jika matari datang, pagi menjelang. Dan Kau bangun, lalu Aku- lelaki di sampingmu hilang. Apakah hati dan kelopak air matamu gamang?

Jangan Sayang, jangan.

Jika matari usang gugur di mega jagat barat. Kau cepat pulang dari tengah hari mudarat, lalu Aku- lelaki di sampingmu sudah mangkat keparat tanpa isyarat. Apakah hati dan runtuh kelopak air matamu tiada tercegat?

Jangan Sayang, jangan.

Jika Bulan meninggi di langit, akhir dari dramaturgi Goffman. Kau mendulang di haribaan, setelah nyanyi iman, lalu Aku- lelaki di sampingmu sudah tak lagi sepadan, melupa zaman awal palagan. Apakah hati dan tumpahnya sekian air matamu lepas dari titik median?

Jangan Sayang, jangan.

April, Dua ribu dua belas.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s