Indonesian Civil War

12 April 1861,

Peluru pertama menghantam instalasi militer di Fort Sumpter, South Carolina dan mengawali perang saudara yang berkecamuk di tanah leluhur Indian. Disebabkan oleh permasalahan teritorial dan penghapusan perbudakan yang nantinya akan berlangsung selama 4 tahun, 3 minggu, dan 6 hari.

18 Agustus 2012,

Indonesia sedang masih ‘menikmati’ Perang Saudara. Dimana – mana terjadi perdebatan sengit -yang tak jarang pula dibumbui kekerasan fisik dan mental- antara kedua kubu yang berseteru. Negara yang secara De jure dinyatakan merdeka sejak 67 tahun, lebih 1 hari ini masih sibuk menghancurkan dirinya sendiri.

Di jalanan, di pemukiman, di dunia maya, masyarakat Indonesia sedang gencar – gencarnya memilih front, menggabungkan diri pribadi pada salah satu kubu yang berseteru. Ada JIL melawan Anti – JIL di gelanggang penafsiran Islam, ada Islam melawan Kristen dalam perang teologi, ada MA, Ombudsman, GKI Yasmin melawan Walikota Bogor dan teman – temannya, ada Demokrat melawan oposisi di arena percaturan politik, ada FPI melawan sekutu Anti-FPI di bundaran HI, ada KPK melawan Polri di arena Korupsi, ada OPM dan Militer Indonesia di arena luas bumi Papua dan lain sebagainya.

Sadar tidak sadar, senang tidak senang. Setiap orang yang hidup di Indonesia pada hari – hari ini sedang berada dalam kubu – kubu yang mempengaruhi setiap manusia Indonesia untuk terjun langsung dan memilih berada di pihak mana. Perang yang dibentuk secara psikologis lewat media yang tak kalah gencarnya memanas – manasi keadaan.

Lalu, saat semua sedang sibuk dengan perang urat – syaraf yang terjadi secara tak kasat mata ini, siapakah yang sibuk untuk menggerek bendera merah-putih lebih tinggi? Lebih dari itu, siapakah yang sibuk untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan di atas bumi Gemah Ripah Loh Jenawi ini? Sampai kapan perang ini akan berakhir? Kapan peluru terakhir tertanggal 22 Juni 1865 yang menutup perang saudara Amerika Serikat akan dilesakkan sebagai sirine berakhirnya perang saudara di Indonesia?

Saya tak bisa membayangkan betapa Indonesia akan menjadi momok bagi dunia internasional jika lebih dari 237 juta masyarakat Indonesia ini sibuk untuk saling mengasihi dan padu padan memajukan lingkungan sekitarnya.

Semoga kita mulai lelah membenci, kemudian sibuk untuk mencintai satu sama lain.

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s