Pemaaf Musiman.

Kemarin – 19 Agustus 2012 menurut kalender Gregorian dan 1 Syawal 1433 Hijriah menurut kalender Islam (at-taqwim al-hijri). – Saudara – saudara yang beragama Islam merayakan Idul Fitri atau Eid Mubarak (عيد مبارك).

Setelah menempuh perjalanan mudik dan persiapan segala rupa beberapa hari sebelumnya, tibalah hari kemenangan sebagai penutup ritual ibadah puasa yang dijalankan. Idul Fitri adalah hari yang menentukan bagi umat Islam untuk kembali ke Fitri-nya. Sebagai awal dari perjalanan rohani sebagai seorang muslim, setiap orang berbalik kembali ke titik nol untuk memulai hidup yang baru dengan hati yang lapang dan bersih. Dan hati dan benak yang bersih itu diawali oleh seuntai ucapan yang tulus, “Mohon maaf, lahir dan batin.”

Penanggalan menurut kalender Islam masih terus dipakai sebagai patokan ritual – ritual oleh pemeluk agama Islam – dan akan terus dipakai. – Hal itu tentunya menjadikan prosesi ‘Kembali ke titik nol’ akan terus terjadi secara kontinyu setiap tahun. Dan ucapan yang berasal dari hati yang tulus itu (“Mohon maaf, lahir dan batin.”) akan terus diulang setiap akhir bulan Ramadhan. Sungguh tak bisa dibayangkan indahnya ketika semua manusia kembali ke kemurnian jiwanya.

H+1, 20 Agustus 2012

Beberapa manusia yang pada hari kemarin saling memberi selamat  kembali berseteru. Mulai bersitegang tentang ide – ide dan pemikiran lewat perdebatan – perdebatan di dunia maya yang menggiring emosi untuk kembali tumbuh.

Beberapa manusia yang pada hari kemarin saling memaafkan, kembali mencaci maki dan mengeluarkan kebencian yang sempat reda pada hari sebelumnya.

Beberapa manusia yang pada hari kemarin saling memberi senyum manis dan jabatan tangan dengan semua orang kembali menumpahkan amarah kepada apapun yang tak sesuai dengan keinginan hatinya.

Beberapa manusia yang pada hari kemarin memaafkan dirinya sendiri atas ke-khilaf-an yang pernah diperbuat, kembali membiarkan dirinya ditimpakan ketakutan, amarah dan kesalahan.

Semuanya terjadi bukan hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata – seperti yang Saya lihat di sekitar lingkungan Saya.-

Jadi, pertanyaannya sekarang di hari H+1 ini adalah: Setelah angka Nol, kita akan menuju angka berapa? Benarkah kita sudah benar – benar berada dalam kemurnian hati?

Baiklah kututup postingan ini dengan pertanyaan tadi, dan kalimat dari M. K. Gandhi:

“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.”

Semoga kita diridhoi Allah SWT bukan untuk menjadi insan yang bergerak mundur. InsyaAllah!

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s