Pagi teh, pagi coklat.

asap merasuki langit

hitam caya mengunci endap pahit

kepada siapa patah jiwa ini bermula

hingga di cekung dasar bermuara

 

berkelebat hebat selaksa kutenung renung

hingga keriput coklat bola mata bening bunda

mengucur duri tak terbendung

pada asa yang dijunjung ananda

 

jemari menggelepar di kaca

hancur remuk sukma, jelma tabula rasa

penuh cinta ditebas, pica! pica!

kosong, bernas: Jangan sakiti dalam bahasa.

 

 

 

 

Salatiga, 26 Agustus 2012

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s