Totem Itu Bernama: Pilkada DKI

Inti, dewa matahari orang – orang inca.

 

Inca, sebuah kerajaan pra-Columbia yang terletak di selatan benua Amerika ini memiliki sebuah dewa tertinggi yang bernama Inti. Inti adalah dewa matahari. -kita bisa melihat kemiripan dengan Ra di Babilonia kuno-

Lalu pertanyaannya, siapakah dewa orang Indonesia di saat ini?

Dunia informasi belakangan ini semarak dengan banjir bandang siklus lima tahunan yang melanda Jakarta. Bukan! bukan siklus banjir seperti biasa yang kita ketahui musibab drainase dan kanal – kanal yang tak berfungsi. Tapi banjir informasi perihal pemilihan kepala daerah Jakarta. Rasanya, semua media menggenjot secara belebihan semua hal tentang event ibu kota tersebut. Masalah – masalah lain yang mengenai korupsi, kebakaran hutan, kekeringan, kelaparan dan masalah infrastruktur pendidikan menjadi terpinggirkan oleh karena berjubelnya pemberitaan tentang ‘perang’ kampanye kedua calon gubernur tersebut.

Impotensi presiden dan segala aparatur tertinggi negara menjadi terpinggirkan. Jokowi dan Foke menjadi semacan finalis ajang pencarian bakat. Masalah – masalah pelik yang menggerogoti pilar – pilar negara menjadi dinomor- duakan. Pelbagai masalah yang lebih perlu mendapat perhatian menjadi terpinggirkan. Padahal seperti yang kita ketahui, kukuhnya suatu bangsa ditentukan oleh keutuhan masyarakat yang bernaung di bawahnya. Jika hal – hal itu malah terpinggirkan oleh media yang dimana, ‘bertugas’ sebagai pembentuk opini massa malah ikut membunuh perkembangan pikiran kritis masyarakat.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik media adalah mereka – mereka yang ikut ambil bagian dalam ranah politik tingkat tinggi di negara ini.

Akhirnya Saya hanya bisa berkata, “Turn off Your television, read more, learn more, sense more, people!

Negara ini sakit. Pemimpin – pemimpinannya sakit. Aku tak berhenti berdoa kepada sang khalik agar diberi kemampuan untuk menggenggam molotov lalu membumi hanguskan para pembunuh – pembunuh Indonesia itu: Totem – totemnya, sinagoga, dan para ulama – ulamanya yang beramis darah.

 Aku mencintai Indonesia dengan bara amarah yang menyala – nyala.

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Totem Itu Bernama: Pilkada DKI

  1. ellatahitoe says:

    Good!🙂

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s