Gerutu Kambing Kurban

Ini malam terakhir, esok aku mampus sebagai simbol agar tak mangkir. Padahal sudah gemuk dan setia, padamu wahai manusia. Rumput segar pagi, tawar macam roti tanpa ragi. Rumah jagal telah bersiap, ember darah tersebar. Kandang gaduh-riuh ketakutan, apa yang lebih tragis dari kepala pisah dengan badan atau tewas habis darah?

Ini gegara gurau  si tuhan tua. Bermain satu-dua dengan Ibrahim dan anak-pinak. Simbol di suatu hari, lalu lupa di hari lain. Sial benar takdir, sial benar amal kurir.

Amboi, ada tumbal pengganti kini; Manusia itu manusia! Sedap rasanya jadi binatang sembelihan? Mati kau di hadang pedang, siapa suruh berbeda pandang!

 

 

#fiksiseratuskata

tanbihat: Angkat topi kepada Front Pembela Islam yang sudah dengan keren melarang Jamaah Ahmadi, Bandung untuk sembahyang kepada Allah-nya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s