Kepada Perempuan Hujan

awan menggantang di horizon mega

tapi tak lagi hitam

tak lagi muram

matari nyala bara di ubun saga

tapi tak lagi merah

tak lagi gerah

 

dan seperti itulah euforia sepasang ‘nusia

seperti senja hari ini

siang bersua dengan malam

di temaram

seperti subuh kali ini

malam bersidekap dengan mula hari

di remang

 

rasa – rasanya langit telah menitahkan sepetak takdir

sedari dulu

menjadi penghulu

bagi langit dan tanah

lewat lembab hujan basah

bagi rembulan dan dedaunan

lewat nur caya absah

bagi biru tak sendu

lewat senarai laut dan darah

embun mengangkasa

gelap turun

jatuh di kalbu

dimana kering gurun

 

angkasa raya menjaga

segenap bala di kerak bumi terjaga

 

 

~Salatiga pada suatu ketika Nopember delapan, dua ribu dua belas

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s