Ibu, Celengan, dan Dua Anak Lelaki

Ibu punya celengan ayam yang sudah lebar corongnya. Isinya uang tabungan miliknya dan kedua anaknya yang tak seberapa dari hasil mencuci dan berjualan koran.

Lalu, suatu waktu ibu rasai bahwa isi celengannya berkurang. Beberapa jam sebelum itu, kedua anak sudah membuat kesepakatan untuk mengambil isi si ayam. Ini soal mencicipi apa yang sudah mereka simpan selama, walau seharusnya belum.

Si Sulung mengambil dua ribu perak, si bungsu mengambil dua ratus perak. Ibu menghukum mereka dengan dijemur di bawah terik siang. “Tak adil, aku hanya mengambil dua ratus, kenapa hukumannya sama, bu?” kata si Bungsu. “Bukan jumlah yang kuhitung, tapi kejahatannya.”

#fiksiseratuskata

Dituliskan dibawah desingan hujan amunisi Israel dan Hamas, lalu Aku diminta memilih siapa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s