Lirik Yang Belum Sempat Menjadi Lagu

I

daging mengeras, darah mengucur
belulang tersentak, nadi menelusur
harapan menjadi angin, mengambang di kosmos
waktu mendingin, lalu angin menjadi mitos

dalam serakah tubuh
bersikukuh kekar pantang jatuh rubuh
fatamorgana jadi tuju sampan melabuh
mengerat karang menggantung sauh

II

iman-harap sekarat
nyaris sirna dimakan raga dan ngengat
tapi kita manusia
harap adalah akhir bumi Andalusia
seperti ternoktah pada Reconquista Gibraltar utara

harapan berkecambah di mata dinding beton dan terali
di pagar listrik ekspansi politis sengkarut tali-temali
menjadi perintis hijau, jadi epidemi lumut-lumut
menolak cerlang kilau, jadi martir di mulut sakratul maut

dari celah – celah dinding
tumbuh mawar hitam dan kuning gading
mawar penuh onak duri bernama: Munir, Widji, Elang Surya, Sondang, dan berlaksa lain tanpa sempat tersapa, menuju sama!

 

 

 

Salatiga, November Dua puluh lima

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Lirik Yang Belum Sempat Menjadi Lagu

  1. Titik Asa says:

    Sepertinya kalo dinyanyikan oleh bung Iwan Fals, pas banget nih…
    Salam,

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s