Aku Mulai Lupa

https://i2.wp.com/3.bp.blogspot.com/-BUYQeS5rEZo/TuQpSwdCC8I/AAAAAAAABVE/r2-t__cFlp8/s1600/3115443339_2c659fa4ec_o.jpg

Sudah Desember untuk kesekian kalinya. Sudah bertahun rasanya terakhir Aku menggenggam pintu depan rumah. Entah sudah seperti apa jadinya sekarang. Dan sepertinya kenangan – kenangan mulai kabur seperti anting kuningan pemberian Ibu.

 

Dan Aku mulai lupa…

pohon apa saja di halaman belakang,
apa saja yang ada di atas meja kaca mungil di ruang tamu,
interior kulkas butut yang usianya sama dengan si bungsu,
bunga apa yang ada di pot – pot halaman depan ,
ornamen – ornamen di meja pojok,
di mana pohon natal biasa dipajang,
apa yang terlihat dari jendela kamarku,
bau kasur yang bertahun kutempati,

 

Dan Aku mulai lupa…

nama anjing kesayangan,
aroma kayu di kusen pintu dan jendela,
dari mana masuknya hangat surya setelah subuh,
kotak mainan masa kecil yang disimpan ibu,
banyak uban di rambutnya,
bentuk tubuh ayah,

 

Aku tidak lupa apa yang sering ditanyakan Ibu sebelum memulai doa di malam natal:

“Apa yang ingin didoakan?”

 

 

 

Astaga, Aku lupa caranya berdoa!

 

 

 

Salatiga, awal Desember Dua Ribu Dua Belas

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s