Back in the U.S.S.R.

Ya ayah,

Asap tembakau, di ujung tanjung bersembunyi di bakau. Dari ujung garis laut, anak lihat tangan – tangan berkulit kuning pucat menjambak kulit di tubir berpagut. Dari dunia nun jauh kata legenda, manusia yang tak jua mirip manusia. Kulitnya bening pucat seperti makhluk gua.

Awalnya kita percaya mereka datang dari langit, turun bersama guntur dan hujan pemberian sang saka cakrawala. Dengan baju warna – warni macam selesai upacara panen kapas, tembakau, kelapa, dan padi. Dengan sebatang kayu di tangan yang menyala ketika ditimpa sang khalik matahari. Tapi, tajam pinggirnya, ayah! tajam betul! Sekali tebas, palem dan jelai tumpas! Cacique diam – patah tak ampas!

Ya ayah,

Bertahun lalu, manis tuturnya, aneka senangnya. Tapi kini hujan saja. Lumbung kering, diangkut dalam geladak – geladak, lalu dilayarkan entah ke mana. Sepertinya memberi persembahan ke pada dewa laut.

Anak jadi berpikir, ayah, mungkin mereka benar titisan dewa.

Baracoa, Januari 14, 1539.

*Cacique : Gelar kepala suku dalam hierarki sosial suku Taino di Kuba, abad 16.

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s