Martha My Dear

Fakestencils ~ @deviantart.com

Dnieper River,  January 24 1787

Dear Martha,

Padaku ada sepenggal angin yang menggantung di kepala, yang membawa hujan suram sebagai kristalisasi kemajemukan niskala. Atas orang dan manusia yang meretorika puisi plastik dan cinta nihil di setiap penjuru kota. Semua mabuk kepayang, di mata mengucur manis – di mulut merayap kelabang. Penyair menerjemahkan perasaan dengan konsepsi yang paradoks, manis berlabur taksa, sampah intelejensia dalam selimut prominen selesa semesta.

Aku pikir, khatib – khatib lancung harus dilibas dan moncong cantrik – cantrik harus ditebas kerambit tertuduh penipuan. Lancang benar singkap, timpang benar sikap. Tentang hal besar untuk makhluk – makhluk kerdil, beranak adicita menetas mazhab labil. Anasir kualat, tuba maklumat kerontang makulat. Rasa – rasanya aku ingin mampus kemput, terpanggang di jauh jumput liliput.

Hal akbar yang kerdil, hal-perihal renik yang megalitik. Menggelitik.

Grigory

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s