Blackbird

Gandhi in South Africa (1909) -Wikipedia

Birla House, 30 Januari 1948

Kepada Mohandas Karamchand,

Kiranya ada apologi jika ini pertama aku menulis surat untukmu. Surat yang ditulis dengan penuh cinta pada hari – hari yang dilabur oleh tragedi yang menyesak lewat hujan dan puting beliung bersamaan dengan mendung yang tak kunjung tiba. Angin bertiup terlalu cepat, melayangkan terbang seiring sesapan balistik Baretta.

Dimana burung nazar jatuh berdebum menuju tanah gersang. Patah rusak paruhnya di baju eukaliptus anti peluru. Dimana bocah-bocah terbelakang mental bergerombol kering pecah kepala-merengsek paru, robek jantung menarik ajal di peluk ibu. Di saat waktu bersamaan; matahari membuka bajunya untuk diperkosa ujung tombak dan mata bedil jahanam. Di saat waktu bersamaan; wajah aneka warna dipaksa masuk ke dalam kaleng rombeng cat ideologi dan buku – buku tua. Di saat waktu bersamaan; murka durka meludah dan mengencingi wajah Tuhan di kepala selaksa manusia. Di saat waktu bersamaan; politikus-politikus mampus menari telanjang di depan altar-ludahnya tumpah ruah berisi mani sisa masturbasi solo karir.

Jadi, apalah jadimu kini selain lembar – lembar peringatan yang jika ditumpuk akan sama tinggi dengan nisan atau tugu pancang tempat lonte siang bolong menari striptease.

Jadi, apalah jadimu kini selain api yang menyala di dalam minyak, menjadi minyak di dalam api!

Saya sendiri yang tak mempersalahkan Nathuram Godse. Satyagraha, Satyagraha!

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s