Kehujanan

by ~bramLeech @deviantart

Pada suatu tempat, ada seorang anak yang patah hati, terserap jiwa raganya di dalam mesin pemotong kayu. Orang yang dia kenal, rumah yang dia tinggal, angin, pohon, tanah, air, dan api tetiba pergi tanpa sebab dalam sepi, dalam diam. Dalam – dalam. Seperti sebuah pilihan yang memilih untuk tidak dipilih tinimbang sepotong ucapan selamat tinggal atau janji akan bertemu lagi.

Lalu pada malam sembarang, ditengadahkan kedua tangannya ke langit, berdoa meminta apapun. Ya, apapapun. Dalam kedinginan dan tubuhnya yang seringan kapas.

“Ya Tuhan, ya Tuhan. Berikanlah apa, saat aku meminta apa. Tapi kau berikan tidak. Tidak sesuap satupun kiranya”

Sedih kepalanya, air matanya kering di bawah hujan yang berhari – hari. Lalu, berkatalah dia, “Ya Tuhan, kau tak ada. Tak ada Kau, tak pula siapapun di situ. Kosong dan gelap di balik langit”

Setelah malam – malam yang panjang tanpa apa lalu, turunlah hujan lebat sekali malam itu. Dia mulai kedinginan dan merasa berat karena air yang merembes ke dalam kulit dan menggenang jadi telaga di telapak tangan yang menengadah – jadi mangkuk-. Mengucur pula ke dalam kedua mata dan telinganya.

Seketika, Tuhan muncul dari basah sekujur dalam badan. Kuyup dan gigil jantung hatinya. Meledak – ledak keluar.

~ Salatiga, 1 Mei 2013

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kehujanan

  1. Bumi says:

    bahasanya susah yah

  2. KorekApiKayu says:

    Begitu ya kak? Lain kali akan aku perbaiki lagi. Terima kasih, kak sdh berkunjung🙂

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s