Cantik

Dia tak pernah punya pasti,
sebuah misteri dalam kedalaman dan kekelaman hati manusia
Menghitam parit, penyeri pahit
Pemberi hujan, penyakit, sedu dan sedan

Dia tak pernah ada di bibir,
tak pernah melekat di sana
Dia tak pernah menguak tabir,
tak pernah mendekat dikala

Dalam suara yang melekat ke telinga
Kalam muara sang tercekat sehingga
Menyelusup di ruh dan proyektor televisi
Mengatup di sauh merah kermizi

 

~Salatiga, Malam Minggu

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s