Dua Puluh Sembilan

Nusa Kambangan, 30 September 1996

Amirah,

Aku akui, aku bingung harus memulai dari mana saat menulis surat ini. Tapi baiklah aku menulis sebagaimana adanya yang terjadi:

Setelah menjalani proses interogasi dan juga penyiksaan selama berhari-hari, suamimu mati-matian tak jua mau membuka mulut. Tentulah hal itu membuat gusar interogator. Terlalu banyak pukulan yang ia terima sebagai ganjaran. Sejak kemarin, dia masih dirawat di klinik. Terlalu banyak pendarahan yang terjadi akibat pukulan di kepalanya. Tubuhnya penuh dengan memar dan lebam. Dia dibawa ke klinik dalam keadaan bersimbah darah; kuku – kuku kaki dicabut, beberapa jari tangan patah,  dan hampir semua giginya lepas. Yang bisa aku ketahui, dia dihajar dengan popor senjata atau mungkin balok kayu. Pendarahan dan benturan yang terlalu banyak ia terima selama interogasi kemungkinan besar menyebabkan geger otak atau semacamnya -terutama jika dilihat dari kondisinya saat ini. Sampai saat surat ini ditulis, dia masih dirawat di klinik penjara. Tak diperbolehkan dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik. Aku sendiri tak bisa berbuat banyak selain mematuhi kemauan mereka. Tapi sebisa mungkin, aku akan merawatnya sampai ia sembuh.

Amirah, secara fisik, kamu tak kehilangan suamimu. Tapi harus kukatakan bahwa, secara mental kemungkinan besar, dia sudah tak lagi ada.

Melihat jatuh bangunnya kehidupan dan perjuangan kalian berdua, izinkan aku menaruh hormat sedalam – dalamnya. Dan baiklah aku kutip sebuah kalimat dari novel yang dulu kubaca secara sembunyi – sembunyi  saat masih di bangku kuliah:

“Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

dr. Salahuddin.

 

Surat sebelumnya bisa dibaca di sini.

Surat sesudahnya bisa dibaca di sini.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Dua Puluh Sembilan

  1. Pingback: Surat #DuaHati @MungareMike dan @husnamrh - Kriiing! Pos! Pos!

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s