Perawan

Malam buta
Bulan pecah di kepala
Manusia dua
Seikat sayang dan birahi yang menyala
Setelah sekian lama

Kutelanjangi ia,
Ditelanjangi aku
Bergumul lalu
Dekat, dekat sekali
Peluh di mana-mana, mengucur bagai
Mata air
Di gunung jiwa

Lalu, kujejalkan kelamin ke liang sanggamanya,

Mengucur darah
Meluncur parah

Kemudian, yang kutemui:
Pelipis berlabur lara anak dara
Putus asa dan mangkir
Dan cinta,
Tidak ada di sana.

~ Salatiga, Maret 2014

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Perawan

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s