Asunder, Sweet and Other Distress

Loka, 12 Kewulu Sadayatana,

Kama, apabila kelak, malam terlalu cepat datang memberikan pagi; apa-apa yang engkau kehendaki, maka berikanlah semua-muamu. Karena apa yang memberi bangkai kepada padi, selain bulir hujan yang melauti ladang-ladang? Sehingga helaimu yang ranum memberikan nadinya kepada angin; Kepada pasang, kepada gelombang di tubir-tubir tembok madar.

Apabila kelak, pagi terlalu cepat datang memberikan hari; apa-apa yang engkau ingini, maka serahkanlah semua-muamu. Karena apa yang memberi sunyi kepada riuh-rendah, selain hutan yang merimbuni alang-alang? Sehingga akarmu yang semerbak memberikan nyawanya kepada api; kepada bara, kepada nyala di gulung-gemulung gabar.

Kama, kelak, segala melambat, tiada memberi; apa-apa yang pernah kita ketahui tentang keinginan, maka mari, kita telisik lagi tentang apa itu keinginan, tentang apa itu kehendak.Karena Kasih macam apa yang mampu lahir dari ketiadaan ragu?

Mari kita, sama-sama, memberi tempat kepada rahim, untuk melahirkan ragu demi ragu; batu dan wahyu.

– Castitas.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s